Desa Darussalam Kab. Rohil Dambakan Akses Jalan Poros

DUMAI,wartapembarun.com-Desa Darussalam yang berada di Kabupaten Rokan Hilir, tepatnya diperbatasan Dumai, Dusun Darussalam Senepis menuju Sinaboi Kab.Rohil hingga saat ini belum tersentuh pembangunan yang merata. Dengan luas wilayah 30 ribu Ha. Memang sudah sepantasnya dilakukan pemekaran oleh pemerintah, sementara jumlah penduduk kian hari  terus bertambah. Saat ini sudah mencapai 900 KK, dengan jumlah penduduk lebih kurang mencapai 3000 jiwa. Demikian dijelaskan Kepala Desa Darussalam Asyari kepada media ini pada 17/'9 yang lalu

Asyari mengatakan, dalam upaya meningkatkan pembangunan di segala sektor seperti sarana prasarana wilayah, ada beberapa pembangunan yang sudah terealisasi dari Kabupaten,  antara lain yaitu bantuan Rumah Layak Huni, PLTD, Normalisasi dari dana aspirasi DPRD Kab. Rohil, bantuan fisik RKB SD.010 yang berada di Teluk Dalam Senepis, bantuan sumur bor 3 buah. Kesemuanya ini bersumber dari dana APBD Kabupaten Rohil. Ada juga kita bangun normalisasi Sungai Teluk Dalam dari dana ADD, dan masih banyak lagi pembangunan sarana dan prasaran yang belum terakomodir di Desa Darussalam, bebernya

Lanjut asyari lagi, masyarakat Desa Darussalam pada umumnya mereka hidup bertani, dan juga secara geografis posisi letak Desa Darussalam lebih dekat ke pantai/ke laut jadi sebagian warga masyarakatnya mata pencariannya ada yang Nelayan/melaut, ini perlu ada dukungan dan perhatian dari dinas terkait seperti dari Dinas Pertanian dan Perikanan, supaya sektor pertanian dan perikanan lebih di kembangkan lagi dan dapat kita manfaatkan sebaik Mungkin. selain itu dengan masih banyak kawasan hutan yang masih belum terolah dan digarap olah masyarakat kita berikan peluang dan izin hak olah/garap dibidang pertanian, sesuai dengan aturan undang-undang yang berlaku/ SOP nya, isi surat SKT berbunyi Surat izin pernyataan bebas tumbang  dengan lanpiran surat terinci. Kita berharap kepada warga bagi yang sudah punya surat izin lahan tersebut, ia menghimbau lahan tersebut silahkan olah dan garap untuk ditanami tanaman seperti palawija,/sawit dan yang lebih bermanfaat dan jangan ada lahan yang sudah ada izin terbiar begitu saja tidak diolah dan tidak dimanfaatkan, kan percuma saja diberikan izin,ujar Asya,ari.

Lebih lanjut ia menjelaskan, mengenai prasarana akses jalan di Desa Darussalam saat ini masih belum tersentuh, karena akses jalan sangat penting bagi kebutuhan kepentingan hajat orang banyak juga, jalan merupakan sarana melancarkan akses transportasi darat dan melancarkan roda perekonomian dan bisnis bagi masyarakat, untuk itu kita berharap kepada pemerintah Kabupaten, propinsi maupun pusat duduk bersama untuk dapat memperhatikan dan merealisasikan pembangunan akses jalan diwilayah ini, yang paling terutama adalah akses jalan poros/utama sekali jalan yang menghubungkan antara Kota dan Desa, supaya kedepannya harapan masyarakat dengan lancarnya akses jalan terutama jalan poros masyarakat petani akan lebih mudah mengeluarkan hasil pertanianya dari kebun mereka. Kedepannya taraf hidup masyarakat banyak lebih baik lagi, sehingga segala sektor usaha ekonomi kerakyatan dan aktifitas pengguna jasa akses jalan dapat bermanfaat dan berjalan lancar.

Lebih lanjut dari sisi lain ia mengatakan, melirik ke daerah atau kawasan terpencil, ia berharap kalau ada proyek Kabupaten/propinsi masuk didaerah terpencil, kami berharap supaya menyesuaikan anggaran operasionalnya, karena ada daerah terpencil ada hubunganya dengan akses jalan, apalagi daerah yang akan dibangun belum tersentuh pembangunan jalan yang memadai yang sifatnya masih jalan tanah atau masih pengerasan. Hal ini sering terjadi pada waktu musim hujan. Sepanjang jalan banyak yang rusak karena kondisi jalannya rusak, sulitnya membawa material ke tujuan  proyek, berapa penambahan biaya operasional untuk hal itu, seperti kita lihat kondisi jalan poros Dumai menuju Desa Darussalam, Batu Teritip, Senepis Kab.Rohil kondisi jalannya sangat memprihatinkan tidak memadai untuk arus lalu lintas akses jalan. Sepanjang jalannya banyak yang rusak sulit untuk dilewati oleh pengendara roda dua maupun roda empat. Hal ini dikhawatirkan saat menggunakan anggaran proyek yang dikerjakan bisa terjadi tekor, tak sesuai lagi dengan RAB nya, khawatir bisa bisa kontraktor banyak yang mengundurkan diri. Untuk itu kita mohon kepada pemerintah untuk  mempertimbangkan hal tersebut agar tidak ada yang rugi dari sepihak, dan disesuaikan RAB nya, tuturnya mengakhiri.( muhardi,pwmd)

Tue, 19 Sep 2017 @11:17

Kategori
BERITA TERBARU
Komentar Terbaru

Copyright © 2020 WARTA PEMBARUAN · All Rights Reserved
powered by sitekno