Perusda Natuna Hancur, Pemkab Natuna Tidak Beri Penyertaan Modal

image

NATUNA,wartapembaruan.com-Perusda Natuna sebuah Perusahaan Daerah yang diharapkan Pemerintah Kabupaten Natuna dapat memberikan sumbangsih pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Natuna, kini harus bertekuk lutut. Pasalnya kini keuangan yang dikelola Perusda dari Pemkab Natuna telah defisit, bahkan gaji karyawan tidak mampu untuk di bayar.

Hal lebih mencekam lagi, setelah Perusda Natuna defesit keuanganya. Pemerintah Natunapun tidak berkeinginan untuk memberikan bantuan modal keuangan.

Dijelaskan Harken, kini Perusda terhutang hampir Rp 1,9 milyar, akibat dari gaji karyawan yang tidak kunjung di bayar. Seandainya pihak DPRD dan Pemda tidak menyertakan modal untuk Perusda resikonya adalah pesangon karyawan tidak bisa dibayar, Perusda akan di gugat oleh karyawan (gugatan ingkar janji/ wan prestasi) dan akan terjadi gejolak atau demo yang akan di lakukan oleh mantan karyawan Perusda

Harken Ketua Komisi III DPRD Natuna saat di Ruang Rapat (31/10) bersama Pihak Perusda sangat jengkel dan meminta agar Perusda Natuna dibubarkan saja bila mana tidak ada dukungan dari Pemda Natuna.

"Jadi sekali lagi kalau pemerintah daerah Natuna tak mendukungnya, lebih baik Perusda itu bubar saja, buat berita acara dalam keadaan pailit, habis perkara," ujar Harken.

Diakui Harken, dalam hal pemaparan program kerja untuk kedepannya pengelolaan Perusda menilai sangat-sangat bagus dan masuk akal, bahkan Harken sangat optimis kalau Perusda Bangkit kembali.

Adapun program kerja Perusda yang dipaparkan dalam rapat bersama Komisi III melalui Amrulah sebagai Direktur Perusda yang baru akan membangun pabrik AMDK (Air Minum Dalam Kemasan), sasaran pemasaran semua kegiatan Pemda yang nantinya diupayakan menggunakan AMDK produksi daerah. Kemudian kerja sama dengan BULOG atau TOL Mart untuk sembako murah dan kebutuhan bangunan yang akan besenergi dengan program dan nawa cita Presiden Jokowi akan membentuk Rumah Pangan Kita (RPK) di setiap Desa maupun Kelurahan yang nantinya akan bekerjasama dengan BUMDES.

Ditambahkan Harken, progran Perusda juga nanti bisa membangun bengkel kendaraan roda empat, dengan sasarannya sebagian kendaraan dinas pemda perbaikan atau perawatan mengunakan jasa bengkel Perusda. Serta akan mengelola lagi penjualan gas LPG yang sempat terbengkalai, karena Perusda masih mempunyai tabung gas sekitar 600.

Akan hal ini Perusda Natuna memerlukan modal untuk menjalani programnya, perencanaan awal adalah menjual aset Perusda sebagai modalpun tidak berjalan, hal ini terjadi karena aset Perusda sudah banyak yang hancur dan tidak layak lagi, seperti kapal-kapal yang di beli perusd. Kini hanya terombang ambing dilautan tidak di pergunakan.

Sementara terkait adanya dugaan tidak valid dalam pengelolaan laporan dan adanya keganjilan dalam pengadaan kapal-kapal Perusda di masa kepemimpinan Kartubi sebagai Direkturnya agar di serahkan saja kepada para aparat untuk menindaklanjuti.(kalit)

Tue, 31 Oct 2017 @19:25

Kategori
BERITA TERBARU
Komentar Terbaru

Copyright © 2020 WARTA PEMBARUAN · All Rights Reserved
powered by sitekno