Dana Bosda SMKN 6 Dumai Belum Terealisasi Dari Provinsi

image


DUMAI,wartapembaruan.com-Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Dumai (SMKN) Kelurahan Mundam Kecamatan Medang Kampai Dumai yang berperan dalam dunia pendidikan khususnya bidang study kejuruan terkesan masih belum maksimal dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan disekolah tersebut. Pasalnya untuk menunjang biaya operasional SMKN 6 tersebut masih bergantung dari dana Komite atau SPP yang dibayar oleh murid Rp.150 ribu dari jumlah siswa 120 orang. Itupun banyak juga siswa yang belum mampu membayar uang komite setiap bulannya.

Kepala Sekolah SMKN 6 Dumai Zulkarnain.S.Pd kepada media ini mengatakan, mengenai dana komite yang dipungut dari 120 orang siswa tidak cukup untuk mengelola biaya operasional sekoloh. Antara lain untuk guru honor sebanyak 13 orang termasuk TU, terdiri diperbantukan dari 8 orang guru honorer yang berasal dari guru-guru  honorer SMKN 2 Dumai mengajar ke SMKN 6 Dumai diberi honor Rp.500 ribu/bulan. Untuk biaya operasional lainnya juga tidak mencukupi dari dana komite yang diperoleh setiap bulan. Hanya setengahnya saja rata-rata tiap bulan tujuh juta sampai dengan sembilan juta, itulah yang kita kelola setiap bulanya untuk operasional sekolah, jelas Zulkarnain.

Sementara lanjut Zulkarnain, dana BOSDA belum dikucurkan dari propinsi sejak bulan Maret 2017 yang lalu, belum ada kita terima sepeserpun dari propinsi. Rrencananya dana BOSDA segera di kucurkan oleh propinsi pada tahun 2019 mendatang. Harapan saya segera mungkin BOSDA terealisasi dari  propinsi supaya berbagai bentuk program kegiatan operasional sekolah SMKN 6 Dumai bisa berjalan dengan baik. Tidak seperti saat ini kita agak kewalahan dalam pendanaan kegiatan sekolah. Ditambah siswa kita disini banyak yang kurang mampu membayar uang komite dan kita sudah masukan ke Dapodik dan usulkan ke Dinas Pendidikan untuk mendapat bantuan PIP dan bantuan Dinas Pendidikan, tuturnya

Lebih jauh Zulkarnain menjelaskan, selain mengenai standar pelayanan minimal (SPM) prasarana sekolah belum lengkap dan belum memadai seperti pagar sekolah, rumah ibadah, ruang kelas termasuk kantin sekolah, drainase, dan lain sebagainnya. Cuma kita minta kepada Dinas Pendidikan bantuan prioritas kita adalah ruang kelas, pagar sekolah dan rumah ibadah.

Lebih lanjut, SMKN 6 Dumai satu-satunya sekolah negeri yang ada Dumai saat ini, semua gurunya guru honorer sekolah yang digaji oleh sekolah tidak punya SK sebagai guru PNS. Hanya kepala sekolahnya saja yang guru PNS di sekolah tersebut. Sementara kemampuan sekolah terbatas dengan dana yang dikelola hanya 7 juta sampai 9 juta setiap bulan, sungguh memprihatinkan sekali. Diminta kepada Dinas Pendidikan propinsi dan dinas daerah untuk memperhatikan bantuan dana BOSDA sesegera mungkin demi kelancaran proses ajar mengajar dalam dunia pendidikan di SMKN 6 Dumai, ujar Zulkarnain mengakhiri.(muhardi)

Tue, 3 Apr 2018 @20:07

Kategori
BERITA TERBARU
Komentar Terbaru

Copyright © 2020 WARTA PEMBARUAN · All Rights Reserved
powered by sitekno